MASYARAKAT TURKI

Posted: Desember 8, 2010 in Sosiologi Masyarakat Timur Tengah

This slideshow requires JavaScript.

Makalah ini ditulis oleh:

SINGGIH KUSWARDONO, SRI DEWI NUR ATIQOH, RAHMADI WIBOWO S, RONI TABRONI, DAN TALQIS NURDIANTO

A. PENDAHULUAN

Masyarakat adalah sekelompok orang yang bermukim di suatu wilayah, yang hidup bersama dan mendukung nilai-nilai, dan cara berperilaku atau kebudayaan yang dimiliki bersama dalam kelompok itu. Timur Tengah adalah sebuah wilayah masyarakat yang secara politis dan budaya merupakan bagian dari benua Asia, atau Afrika-Eurasia. Pusat dari wilayah ini adalah daratan di antara Laut Mediterania dan Teluk Persia serta wilayah yang memanjang dari Anatolia, Jazirah Arab dan Semenanjung Sinai. Kadangkala disebutkan juga area tersebut meliputi wilayah dari Afrika Utara di sebelah barat sampai dengan Pakistan di sebelah timur dan Kaukasus dan/atau Asia Tengah di sebelah utara. Media dan beberapa organisasi internasional (seperti PBB) umumnya menganggap wilayah Timur Tengah adalah wilayah Asia Barat Daya (termasuk Siprus dan Iran) ditambah dengan Mesir.

Wilayah tersebut mencakup beberapa kelompok suku dan budaya termasuk suku Iran, suku Arab, suku Yunani, suku Yahudi, suku Berber, suku Assyria, suku Kurdi dan suku Turki. Bahasa utama yaitu: bahasa Persia, bahasa Arab, bahasa Ibrani, bahasa Assyria, bahasa Kurdi dan bahasa Turki.

Kebanyakan sastra barat mendefinisikan “Timur Tengah” sebagai negara-negara di Asia Barat Daya, dari Iran (Persia) ke Mesir. Mesir dengan semenanjung Sinainya yang berada di Asia umumnya dianggap sebagai bagian dari Timur Tengah, walaupun sebagian besar wilayah negara itu secara geografi berada di Afrika Utara.

Sejak pertengahan abad ke-20, Timur Tengah telah menjadi pusat terjadinya peristiwa-peristiwa dunia, dan menjadi wilayah yang sangat sensitif, baik dari segi kestrategisan lokasi, politik, ekonomi, kebudayaan dan keagamaan. Timur Tengah mempunyai cadangan minyak mentah dalam jumlah besar dan merupakan tempat kelahiran dan pusat spiritual agama Yahudi, Kristen dan Islam.

Masyarakat Arab, Kurdi, Persia, Turki, Berber, dan Yahudi merupakan masyarakat yang memiliki keterkaitan historis yang erat. Keterkaitan historis dilatarbelakangi oleh muncul dan berkembangnya tiga agama besar tersebut yaitu Yahudi, Kristen, dan Islam.

Masyarakat Turki merupakan salah satu dari masyarakat Timur Tengah yang memiliki corak budaya yang berbeda dengan masyarakat Timur Tengah lainnya. Meskipun sebagian besar penduduknya muslim namun memiliki bahasa dan budaya yang berbeda dengan masyarakat Arab yang membawa ajaran Islam ke wilayahnya. Salah satu keunikan masyarakat Turki adalah memiliki budaya kombinasi atau perpaduan budaya Eropa, Asia, dan Arab

B. ANALISIS MASALAH

Untuk mengenali secara lebih utuh salah satu masyarakat Timur Tengah yaitu masyarakat Turki maka perlu penjelasan mengenai ciri-ciri masyarakat tersebut.

1. Siapakah orang Turki ?

2. Dimanakah orang Turki tinggal ?

3. Apa ciri-ciri terkait dengan budaya masyarakat Turki ?

C. PEMBAHASAN

1. Orang Turki

Turki berasal dari bahasa Cina, Tu-kiu (Turk) yang pertama kali digunakan pada abad ke-6. Sejak zaman dahulu di sebelah barat gurun pasir Gobi (wilayah Tiongkok/ Cina) yaitu daerah yang disebut Khurasan dan sekitarnya ada suku yang bernama Turki. Mereka hidup secara nomaden. Bangsa Turki terbagi dalam berbagai suku, di antara suku yang terkenal adalah suku Ughuz dari kabilah al Gaz berasal dari keluarga Qabey. Suku ini terbagi menjadi 24 sub-suku yang kemudian hari lahir dari sub-suku ini Sultan pertama Dinasti Turki Usmani yaitu yang bernama Usman.

Bangsa Turki memeluk agama Islam mulai abad 9 dan 10 M. Mereka meninggalkan kampung halamannya karena mendapat tekanan dan serangan dari bangsa Mongol di bawah pimpinan Jhengis Khan yang saat itu telah menguasai wilayah Asia tengah dan Asia barat.

Pengembaraan bangsa ini dipimpin oleh Sulaiman sampai di tepi sungai Eufrat. Dalam perjalanan ke Asia kecil Sulaiman wafat kemudian rombongan dipimpin oleh salah satu putranya bernama Orthogul atau juga disebut Erthagral. Sesampainya di dekat negeri Angora (kini Ankara), mereka menjumpai pertempuran pasukan Bani Saljuk di bawah pimpinan Sultan Alauddin melawan pasukan Mongol. Rombongan Orthogul kemudian bergabung bersama pasukan Bani Saljuk melawan dan mengalahkan tentara Mongol. Dari kemenangan inilah rombongan pengembaraan Orthogul mendapatkan dari Sultan Alauddin hadiah berupa sebuah wilayah dekat Broessa atau juga disebut daerah Iski Shahr dan sekitarnya sebuah wilayah berbatasan dengan wilayah Bizantium yaitu daerah ditepi laut tengah (kini dikenal dengan sebutan Anatolia).

Saat ini bangsa Turki (bahasa Turki: Türk) didefinisikan sebagai penduduk Republik Turki. Pada catatan sejarah awal, definisi Bangsa Turki adalah “individu manapun di Republik Turki; apapun kepercayaannya atau latar belakang etnisnya; yang berbicara bahasa Turki, mengenal budaya Turki dan memiliki faham idealisme Turki, adalah seorang bangsa Turki.” Pemikiran ini berasal dari kepercayaan Mustafa Kemal Atatürk. Kini, istilah Bangsa Turki digunakan untuk penduduk Turki, dan juga penduduk berbahasa Turki di bekas wilayah Kesultanan Utsmaniyah dan komunitas Turki yang tersebar di Eropa, Amerika Utara dan Australia.

Anatolia (Yunani: ανατολή Anatolē atau Asia Kecil, “terbitnya matahari” atau “Timur”; perbandingan “Asia Timur” dan “Levant”, oleh etimologi umum bahasa Turki Anadolu dari ana “ibu” dan dolu “isi”, juga disebut dengan nama Latin Asia Minor, ialah sebuah kawasan di Asia Barat Daya yang kini dapat disamakan dengan Turki bagian Asia.

Karena letaknya yang strategis pada pertemuan Asia dan Eropa, Anatolia telah menjadi tempat lahir beberapa peradaban sejak abad prasejarah, dengan permukiman neolitik seperti Catalhöyük (neolitik barang tembikar), Cayönü (Neolitik Pra-Barang Tembikar A ke neolitik barang tembikar), Nevali Cori (Neolitik Pra-Barang Tembikar B), Hacilar (neolitik barang tembikar), Göbekli Tepe (Neolitik Pra-Barang Tembikar A) dan Mersin. Permukiman Troya bermula di masa Neolitiknamun berlanjut sampai abad besi.

Peradaban dan penduduk utama yang telah tinggal di atau menaklukkan Anatolia termasuk Hattia, Luwia, Hittit, Phrygia, Simeria, Lidia, Persia, Kelt, Tabal, Mesekh, Yunani, Pelasgia, Armenia, Romawi, Goth, Kurd, Bizantium, Turki Seljuk dan Turki Utsmani. Mereka semua termasuk dari banyak budaya etnis dan linguistik. Sepanjang sejarah yang terlacak, penduduk Anatolia telah bercakap Indo-Eropa dan Semit, seperti banyak bahasa dari pertalian tak pasti. Nyatanya, diberikan bahasa zaman purbakala Hittit Indo-Eropa dan Luwia, beberapa sarjana telah mengusulkan Anatolia sebagai pusat hipotesis dari yang bahasa Indo-Eropa telah menyebar. Penulis lainnya telah mengusulkan asal penduduk Anatolia dari bangsa Etruria dari Italia kuno.

Kini kebanyakan penduduk Anatolia merupakan penutur asli bahasa Turki, yang telah diperkenalkan penakluk Anatolia oleh orang Turki dan naiknya Kerajaan Ottoman abad ke-13. Bagaimanapun, Anatolia menyisakan multi-etnis sampai awal abad ke-20. Minoritas etnis dan linguistik Kurdi yang signifikan tetap ada di bagian selatan.

Bangsa Turki mulai bermigrasi ke daerah yang dinamakan Turki pada abad ke-11. Proses migrasi ini semakin dipercepat setelah kemenangan Seljuk melawan Kekaisaran Bizantium pada pertempuran Manzikert. Beberapa Beylik (Emirat Turki) dan Kesultanan Seljuk Rûm memerintah Anatolia sampai dengan invasi Kekaisaran Mongol. Mulai abad ke-13, beylik-beylik Ottoman menyatukan Anatolia dan membentuk kekaisaran yang daerahnya merambah kebanyakan Eropa Tenggara, Asia Barat, dan Afrika Utara. Setelah Kekaisaran Utsmaniyah runtuh setelah kalah pada Perang Dunia I, sebagian wilayahnya diduduki oleh para Sekutu yang memenangi PD I. Mustafa Kemal Atatürk kemudian mengorganisasikan gerakan perlawanan melawan Sekutu. Pada tahun 1923, gerakan perlawanan ini berhasil mendirikan Republik Turki Modern dengan Atatürk menjabat sebagai presiden pertamanya.

Turki adalah sebuah republik konstitusional yang demokratis, sekuler, dan bersatu. Turki telah berangsur-angsur bergabung dengan Barat sementara di saat yang sama menjalin hubungan dengan dunia Timur. Negara ini merupakan salah satu anggota pendiri, Organisasi Konferensi Islam, OECD, dan OSCE, serta negara anggota Dewan Eropa sejak tahun 1949, dan NATO sejak tahun 1952. Sejak tahun 2005, Turki adalah satu-satunya negara Islam pertama yang berunding menyertai Uni Eropa, setelah merupakan anggota koalisi sejak tahun 1963. Turki juga merupakan anggota negara industri G20 yang mempertemukan 20 buah ekonomi yang terbesar di dunia. Ibu kota negara Turki adalah Ankara sedangkan kota terbesar di Turki adalah Istanbul.

2. Wilayah Turki

Bangsa Turki berdiam di kawasan Eurasia. Wilayahnya terbentang dari Semenanjung Anatolia di Asia Barat Daya dan daerah Balkan di Eropa Tenggara. Turki berbatasan dengan Laut Hitam di sebelah utara; Bulgaria di sebelah barat laut; Yunani dan Laut Aegea di sebelah barat; Georgia di timur laut; Armenia, Azerbaijan, dan Iran di sebelah timur; dan Irak dan Suriah di tenggara; dan Laut Mediterania di sebelah selatan. Laut Marmara yang merupakan bagian dari Turki digunakan untuk menandai batas wilayah Eropa dan Asia, sehingga Turki dikenal sebagai negara transkontinental.

3. Budaya Masyarakat Turki

Disebabkan oleh lokasinya yang strategis di persilangan dua benua, budaya Turki merupakan campuran budaya Timur dan Barat yang unik yang sering diperkenalkan sebagai jembatan antara dua buah peradaban. Dengan adanya kawasan yang kuat dari Adriatik ke Tiongkok dalam jalur tanah di antara Rusia dan India, Turki telah memperoleh kepentingan strategis yang semakin tumbuh.

4. Bahasa Turki

Bahasa Turki pada mulanya berasal dari Asia Tengah dimana mereka yang disebut kelompok Oguz berpindah hingga ke jazirah Anatolia, Asia Kecil. Bahasa cabang Oguz ini lambat laun berubah. Kelompok Oguz ini menyebar mulai Anatolia hingga Selat Bosporus. Kelompok yang membawa bahasa ini adalah kelompok Seljuk pada abad ke-10. Semenjak Islam mulai dianut masyarakat Turki, bahasa Turki di wilayah Anatolia mulai menyerap berbagai kosakata dari bahasa Arab dan bahasa Persia. Bahasa Turki kemudian pada abad 15 mencapai puncak kejayaannya di masa Kalifah Usmaniyah. Di masa Usmaniyah ini, bahasa Turki ditulis dengan sejenis Huruf Arab. Akan tetapi, semenjak tahun 1928, Mustafa Kemal Atatürk, yang dikenal sebagai bapak Turki Sekuler berusaha membaratkan Turki dan mengganti semua ejaan bahasa Turki ke dalam abjad Latin.

Bahasa Turki merupakan anggota cabang dari Bahasa-bahasa Turki , yang meliputi bahasa Turki Gagauz dan bahasa Turki Khorasani. Tergolong subkelompok Turki Selatan, yang tergolong dalam kelompok bahasa Altai. Bahasa Turki dituturkan di Anatolia, Siprus, Balkan, Kaukasus, Eropa Tengah, Eropa Barat dengan penutur diperkirakan 70-100 juta. Bahasa Turki telah menjadi bahasa resmi Negara Turki, Siprus, Siprus Utara, Makedonia, Kosovo. Selain itu, juga diajarkan di sekolah-sekolah komunitas Turki di Bulgaria, Yunani, Makedonia dan Rumania.  Bahasa Turki juga disebut sebagai Osmanli.

Bahasa Turki terbagi atas beberapa dialek, seperti dialek Danubia yang dituturkan di wilayah Balkan, Gaziantep, Sanliurfa, Edirne, Razgrad, Dinler, Rumelia, Karamanli dan Eskisehir. Dimasa Kalifah Usmaniyah, bahasa Turki ditulis dengan sejenis Huruf Arab, namun sejak tahun 1928, bahasa Turki ditulis dalam Huruf Latin yang dimodifikasi.

Dahulu, di zaman kekhalifahan Turki Utsmani, bahasa Turki kaya dengan kosakata bahasa Arab yang jumlahnya 80%. Ketika berkuasa, Mustafa Kemal Atatürk mendirikan Lembaga Bahasa yang tugasnya ialah mengembangkan kosa kata Turki atau Altai bahasa Turki sebagai revitalisasi bahasa ini. Kini kosakata Arab tinggal 30% saja.

5. Budaya Turki

Budaya Turki menggabungkan sebagian besar unsur-unsur yang berasal dari tradisi Ottoman, Eropa, Timur Tengah dan Asia Tengah. Secara historis, bangsa Turki mewarisi peradaban Romawi di Anatolia, peradaban Islam, Arab dan Persia sebagai warisan dari Imperium Usmani dan pengaruh negara-negara Barat Modern. Hingga saat ini bangunan-bangunan bersejarah masa Bizantium masih banyak ditemukan di Istanbul dan kota-kota lainnya di Turki. Yang paling terkenal adalah Aya Soviaa, suatu gereja di masa Bizantium yang berubah fungsinya menjadi mesjid pada masa Khalifah Usmani dan sejak pemerintahan Mustafa Kemal hingga kini dijadikan musium.

Peradaban Islam dengan pengaruh Arab dan Persia menjadi warisan yang mendalam bagi masyarakat Turki sebagai peninggalan Dinasti Usmani. Islam di masa kekhalifahan diterapkan sebagai agama yang mengatur hubungan antara manusia sebagai makhluk dengan Allah SWT sebagai Khalik, Sang Pencipta; dan juga suatu sistem sosial yang melandasi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Islam yang muncul di Jazirah Arab dan telah berkembang lama di wilayah Persia, berkembang di wilayah kekuasaan Kekhalifahan Turki dengan membawa peradaban dua bangsa tersebut. Perkembangan selanjutnya memperlihatkan pengaruh yang kuat kedua peradaban tersebut ke dalam kebudayaan bangsa Turki. Kondisi ini menimbulkan kekeliruan pada masyarakat awam yang sering menganggap bahwa bangsa Turki sama dengan bangsa Arab. Suatu anggapan yang keliru yang selalu ingin diluruskan oleh bangsa Turki sejak tumbuhnya nasionalisme pada abad ke-19 di bawah kepemimpinan Kemal Atatruk. Setelah jatuhnya kerajaan setelah Republik Turki mengadaptasi sebuah pendekatan kesatuan, yang memaksa semua budaya yang berbeda dalam batas-batas untuk bergaul dengan satu sama lain dengan tujuan menghasilkan “Turki” dan budaya identitas nasional. Selanjutnya arah modernisasi yang berkiblat ke Barat telah menyerap unsur-unsur budaya Barat yang dianggap modern. Karena faktor sejarah yang berbeda mendefinisikan identitas Turki, budaya Turki menggabungkan upaya yang jelas untuk menjadi “modern” dan Barat , dengan keinginan untuk mempertahankan nilai-nilai agama dan sejarah tradisional. Campuran peradaban Turki, Islam dan Barat, inilah yang telah mewarnai identitas masyarakat Turki.

6. Musik

Musik Turki mencakup unsur-unsur musik rakyat Asia Tengah, Arab, musik klasik Persia, musik kuno Yunani-Romawi dan musik populer modern Eropa dan Amerika. Turki, kaya akan warisan musik, telah mengembangkan seni di dua daerah, musik klasik Turki (mirip dengan Yunani-Romawi) dan musik rakyat Turki (Serupa dengan Asia Tengah).

7. Sastra

Sastra Turki adalah kumpulan teks tertulis dan lisan disusun dalam bahasa Turki, baik melalui bentuk Ottoman atau bentuk sastra eksklusif, seperti yang terdapat dalam Republik Turki hari ini. Contoh tradisional untuk sastra rakyat Turki adalah cerita Karagöz dan Hacivat, Keloğlan, dan Nasreddin Hoca, serta karya-karya penyair rakyat seperti Yunus Emre dan Asik Veysel . Kitab Dede Korkut dan Epic Köroğlu telah menjadi unsur utama dari tradisi epik Turki di Anatolia selama beberapa abad.

Dua aliran utama sastra Utsmani adalah puisi dan prosa. Divan puisi Ottoman, yang sangat ritual dan simbolis, adalah aliran yang dominan. Sebagian besar puisi Divan adalah lirik di alam: baik gazel atau kasîde. Namun ada genre umum lainnya, sebagian besar terutama mesnevî, semacam roman ayat dan berbagai puisi naratif. Tradisi prosa Utsmani secara eksklusif adalah non-fiksi di alam; sebagai fiksi terbatas pada puisi naratif. Orhan Pamuk adalah salah satu novelis Turki kontemporer terkemuka dan pemenang Nobel Sastra 2006.

8. Arsitektur

a)Awal arsitektur (1299-1437)

-       Awal periode Ottoman (1299-1326)

Dengan pembentukan Kekaisaran Ottoman, tahun-tahun 1300-1453 merupakan periode pertama Ottoman atau awal dalam arsitektur, ketika seni Ottoman sedang mencari ide-ide baru. Periode ini menyaksikan tiga jenis masjid: masjid bertingkat, berkubah tunggal dan subline-siku. Pusat penting pertama seni Ottoman, adalah contoh pertama dari sebuah single-kubah masjid Ottoman.

-       Periode Bursa (1326-1437)

Gaya arsitektur kubah berevolusi dari Bursa dan Edirne. The Ulu Cami (Masjid Suci) di Bursa adalah masjid Seljuk yang pertama untuk dikonversi menjadi satu berkubah. Edirne (Adrianople) adalah ibukota Ottoman antara 1365 1453, dan ketika Istanbul (Konstantinopel) menjadi ibukota baru, dan di sini bahwa kita menyaksikan tahap akhir dalam perkembangan arsitektur dalam pembangunan masjid besar Istanbul. Bangunan-bangunan yang dibangun di Istanbul selama periode penaklukan kota pada tahun 1453 dan pembangunan Masjid Istanbul Bayazid II juga dianggap karya periode awal. Di antaranya adalah Masjid Fatih (1470), Mahmut Pasa Masjid, istana keramik dan Topkapi Palace. Masjid Dinasti Utsmani diintegrasikan ke masyarakat dan menambahkan dapur umum, sekolah teologi, rumah sakit, pemandian Turki dan makam.

b) Periode Klasik (1437-1703)

Selama periode klasik, rencana masjid diubah untuk menyertakan halaman dalam dan luar. Halaman dalam dan masjid tak terpisahkan. Master Arsitek dari periode klasik, Mimar Sinan, lahir tahun 1492 di Kayseri dan meninggal di Istanbul pada tahun 1588. Sinan memulai sebuah era baru dalam arsitektur dunia, menciptakan 334 bangunan di berbagai kota.

c) Periode Westernisasi (1703-1876)

Selama masa pemerintahan Ahmed III (1703-1730) dan di bawah dorongan dari Ibrahim masa damai pun terjadi. Karena hubungan erat antara Kekaisaran Ottoman dan Perancis , arsitektur Utsmani mulai dipengaruhi oleh Baroque dan Rococo, gaya yang populer di Eropa. Contoh penciptaan bentuk seni ini bisa disaksikan di Divriği Rumah Sakit dan Masjid, serta di Sivas Çifte Minare, Konya Ince Minare museum dan bangunan lain, banyak dari periode Seljuk di Anatolia. Unsur-unsur dekoratif dari Baroque Eropa dan Rococo mempengaruhi bahkan dalam arsitektur religius Ottoman.

-          Periode Tulip (1703-1757)

Dimulai dengan periode ini, kelas atas dan para elit di kekaisaran Utsmani mulai menggunakan area terbuka dan umum. Cara, tradisional tertutup masyarakat mulai berubah. Air mancur dan tempat tinggal pesisir seperti Kasri Aynalıkavak menjadi populer. Sebuah kanal air (nama lain adalah Cetvel-i Sim) dan area piknik (Kağıthane) didirikan sebagai tempat rekreasi. Selama tahun 1720-1890, arsitektur Ottoman menyimpang dari prinsip-prinsip zaman klasik.

-          Periode Baroque (1757-1808)

Edaran, bergelombang dan garis melengkung yang dominan dalam struktur periode ini. contoh utama adalah Nur-u Osmaniye Masjid, Masjid Sultan Zeynep, Laleli Masjid, Fatih Tomb, Laleli Çukurçeşme Inn, Birgi Çakırağa Mansion, Aynalıkavak Istana, dan Barak Selimiye . Mimar Tahir adalah arsitek penting dari periode ini.

-          Periode Empire (1808-1876)

Nusretiye Masjid, Masjid Ortaköy, Sultan Mahmud Tomb, Galata Lodge dari para darwis Mevlevi, Dolmabahce, Beylerbeyi, Sadullah Pasha Yali dan Barak Kuleli adalah contoh penting dari gaya ini, dikembangkan sejajar dengan proses Westernisasi. Arsitek dari keluarga Balyan adalah orang-orang terkemuka sepanjang waktu. Periode ini ditandai oleh bangunan dari campuran Neo-Klasik, Baroque, Rococo dan gaya Empire, seperti Istana Dolmabahce, Dolmabahce Masjid dan Ortaköy Masjid.

d) Akhir periode Ottoman (1876-1922)

Pertevniyal Valide Sultan Masjid, Şeyh Zhafir, Haydarpaşa, Duyun-u Umumiye, Postane Merkez (Kantor Pos Pusat) di Sirkeci kabupaten Istanbul, dan Apartemen Harikzedegan di Laleli merupakan struktur penting dari periode ini ketika eklektik gaya dominan. Raimondo Tommaso D’Aronco dan Alexander Vallaury adalah arsitek terkemuka sepanjang waktu.

e) Periode Republik Turki (sejak 1923)

Pada periode ini, arsitek Turki melihat ke dalam bangunan keagamaan dan klasik dalam upaya mereka untuk membangun arsitektur nasional. Nasionalisme, mengembang kuat setelah periode Utsmani, arsitektur dibebaskan Ottoman dari pengaruh seni Barat, dan dengan demikian membawa gaya baru berdasarkan arsitektur Ottoman klasik. Kantor Pos Pusat dan Han Vakıf, Mimar Kemalettin Bey di Sirkeci, Istanbul, adalah contoh awal gerakan nasional arsitektur pertama Turki.

9. Olahraga

Olahraga tradisional Turki, gures yagli (Gulat diminyaki) sejak zaman Ottoman. Turnamen gures yagli merupakan turnamen tertua didunia yang dimulai tahun sejak 1362. Olahraga paling populer di Turki adalah sepak bola. Olahraga utama lainnya seperti basket dan bola voli juga populer. Motorsports telah menjadi populer baru-baru ini, terutama setelah masuknya Rally Turki ke FIA World Rally Championship kalender tahun 2003, dan masuknya Grand Prix Turki ke Formula Satu kalender balap tahun 2005. Surfing, snowboarding, skateboarding, paralayang dan olahraga ekstrim lainnya menjadi lebih populer setiap tahun.

10. Masakan

Masakan Turki mewarisi warisan Ottoman yang dapat digambarkan sebagai perpaduan dan penyempurnaan dari Turki, Arab, Yunani, Armenia dan masakan Persia, serta masakan Eropa barat.

Diambil sebagai masakan, seluruh Turki tidak homogen. Selain spesialisasi yang dapat ditemukan di seluruh negeri, ada juga spesialisasi khusus kawasan. Masakan daerah (Turki utara) didasarkan pada jagung dan ikan. Sebelah tenggara- Urfa , Gaziantep dan Adana -adalah terkenal karena kebab , mezes dan berbasis makanan penutup adonan seperti baklava, kadayıf dan künefe. Di bagian barat Turki, di mana pohon zaitun yang tumbuh melimpah, minyak zaitun adalah jenis utama minyak yang digunakan untuk memasak. The masakan dari Aegean, Marmara dan Mediterania daerah menampilkan karakteristik dasar dari masakan Mediterania karena mereka kaya dalam sayuran, bumbu dan ikan. Anatolia Tengah terkenal dengan spesialisasi kuenya seperti keşkek (kashkak), Manti (terutama dari Kayseri ) dan gözleme .

11. Kesimpulan

Istilah ‘Timur Tengah’ mengarah kepada wilayah budaya, jadi tidak memiliki batas tertentu. Definisi yang umum dipakai yaitu wilayah yang terdiri dari: Bahrain, Siprus, Mesir, Turki, Iran (Persia), Irak, Palestina, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, Yaman dan Palestina.

Pertanyaan “Siapakah orang Turki?”. tidak memiliki jawaban yang mudah. Pada pergantian abad ke-20 Kekaisaran Ottoman adalah negara multinasional memperluas lebih dari tiga benua. Halaman ini membatasi pembahasannya ke perbatasan Republik Turki (didirikan pada 1923).. Lokasi gambar diberikan dengan nama kota atau sebagai daerah, dalam hal sumber tidak menyebutkan itu.

Budaya Turki telah mengalami perubahan besar selama abad terakhir. Hari ini, Turki mungkin satu-satunya negara yang berisi setiap ekstrem Timur dan budaya Barat (bersama dengan banyak kompromi dan fusi antara kedua). Sistem Utsmani adalah negara multi-etnis yang memungkinkan orang di dalamnya tidak dapat bergaul dengan satu sama lain dan dengan demikian mempertahankan identitas etnis dan agama terpisah dalam kekaisaran (meskipun dengan kelas Turki dan Selatan yang berkuasa dominan Eropa). Setelah jatuhnya kerajaan setelah Perang Dunia I Republik Turki mengadaptasi sebuah pendekatan kesatuan, yang memaksa semua budaya yang berbeda dalam batas-batas untuk bergaul dengan satu sama lain dengan tujuan menghasilkan “Turki” dan budaya identitas nasional. Pencampuran ini, bukannya memproduksi homogenisasi budaya, malah menghasilkan banyak warna abu-abu sebagai Muslim tradisional budaya Anatolia bertabrakan dengan (atau telah dikenakan kepada mereka) modernitas kosmopolitan Istanbul dan Barat yang lebih luas. Dengan demikian, budaya Turki dalam banyak hal merupakan sebuah kontinum yang menjembatani masa lalu dan kini

12. Daftar Pustaka

Hostler, Charles Warre. 1957. Turkism and The Soviets. New York: Frederick A Praeger

Ihromi, T. O. 2006, Pokok-pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Obor

Karim, M. Abdul. 2007. Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher

Lapidus, Ira M. 1988. Sejarah Sosial Umat Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Lewis, Bernard. 1988, Bangsa Arab dalam Lintasan Sejarah dari Segi Geografi, Sosial, Budaya, dan Peranan Islam. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya

Lewis, G. L. 1955. Turkey. New York: Frederick A Praeger

Situs Rujukan

http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab#Asal_usul_dan_Sejarah

http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Turki

http://www.sabda.org/publikasi/40hari/2003/14/

http://id.wikipedia.org/wiki/Timur_Tengah

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s